Minggu, 8 November 2026
UMKM GenBI Unpatti Latih 30 UMKM Ambon Keterampilan Digital dan K

GenBI Unpatti Latih 30 UMKM Ambon Keterampilan Digital dan Keuangan Lewat LOCALIFT 2026

Sabtu, 7 November 2026 04:43 WIB | Redaksi Aitomation Biz

Generasi Baru Indonesia (GenBI) Universitas Pattimura membekali 30 pelaku UMKM di Ambon dengan keterampilan digital dan keuangan melalui program LOCALIFT 2026.

Ambon menjadi lokasi pelatihan keterampilan digital bagi pelaku UMKM setempat. Generasi Baru Indonesia Universitas Pattimura (GenBI Unpatti) resmi menggelar program LOCALIFT 2026 untuk membekali para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di kota tersebut. Program ini menyasar 30 peserta yang merupakan pelaku UMKM Ambon. Mereka mendapatkan pelatihan mengenai keterampilan digital dan literasi keuangan. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam mengelola bisnis secara lebih modern dan efisien.

Bagaimana LOCALIFT 2026 Disusun untuk Membantu Pelaku UMKM?

Penyelenggara menyusun materi pelatihan secara terstruktur.LOCALIFT 2026 dirancang sebagai program pemberdayaan yang fokus pada peningkatan kapasitas digital dan keuangan pelaku UMKM. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan keuangan dasar hingga strategi pemasaran digital. Para peserta diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu tersebut langsung pada usaha mereka masing-masing.

Apa Dampak yang Diharapkan dari Program Ini bagi Ekonomi Lokal?

Pelatihan ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan membekali pelaku UMKM keterampilan digital, mereka diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan omzet usaha. Keterampilan keuangan yang baik juga akan membantu pelaku usaha dalam mengelola arus kas dan perencanaan bisnis yang lebih terukur.

AspekDetail
PenyelenggaraGenBI Unpatti
ProgramLOCALIFT 2026
Peserta30 pelaku UMKM Ambon
MateriKeterampilan digital dan literasi keuangan
TujuanPemberdayaan UMKM lokal

Program LOCALIFT 2026 merupakan bagian dari komitmen GenBI dalam mendukung pengembangan UMKM di daerah. Melalui program ini, generasi muda Indonesia turut berkontribusi dalam memperkuat ekonomi lokal Maluku. Pelaku UMKM diharapkan dapat memanfaatkan teknologi digital secara optimal untuk mengembangkan bisnis mereka ke depan.

Apa Saja Keterampilan Digital yang Dibutuhkan Pelaku UMKM?

Keterampilan digital bagi pelaku UMKM mencakup berbagai aspek yang dapat langsung diterapkan dalam operasional usaha sehari-hari. Secara umum, keterampilan ini meliputi kemampuan mengoperasikan media sosial untuk promosi, menggunakan aplikasi pesan massal untuk berkomunikasi dengan pelanggan, serta memahami dasar-dasar pemasaran secara online. Selain itu, literasi digital juga mencakup kemampuan menggunakan aplikasi sederhana untuk mencatat transaksi dan mengelola keuangan usaha. Bagi pelaku UMKM di Ambon, keterampilan ini menjadi semakin penting mengingat perubahan perilaku konsumen yang semakin terbiasa mencari informasi dan melakukan pembelian secara online. Pelaku usaha yang mampu memanfaatkan platform digital dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau pelanggan di luar kota atau bahkan luar pulau. Keterampilan digital juga membantu pelaku usaha dalam mengurangi biaya operasional yang biasanya dikeluarkan untuk pemasaran konvensional.

Hal yang Perlu Dicek Jika Ingin Mengikuti Program Serupa

Bagi pembaca yang tertarik mengikuti program pemberdayaan seperti LOCALIFT 2026, ada beberapa hal yang perlu dicek terlebih dahulu. Pertama, perhatikan apakah program tersebut diselenggarakan oleh lembaga terpercaya seperti organisasi kemahasiswaan, pemerintah daerah, atau komunitas bisnis yang memiliki rekam jejak jelas dalam pemberdayaan UMKM. Kedua, pastikan materi yang ditawarkan relevan dengan kebutuhan usaha masing-masing, apakah fokus pada keterampilan digital, pengelolaan keuangan, atau keduanya. Ketiga, pertimbangkan juga akses terhadap perangkat dan koneksi internet yang menjadi prasyarat utama dalam mengikuti pelatihan berbasis digital. Keempat, cari informasi mengenai tindak lanjut setelah pelatihan berakhir, apakah tersedia pendampingan atau komunitas lanjutan yang dapat membantu pelaku usaha menerapkan ilmu yang sudah diperoleh. Dengan memperhatikan beberapa aspek tersebut, pelaku UMKM dapat memilih program pemberdayaan yang benar-benar sesuai dan memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan usaha mereka.

Sumber: Terasmaluku (terasmaluku.com)

Baca Juga