
KAPMI Usulkan Konsep Desa Komoditas untuk Kembangkan 1 Juta Pengusaha Baru
KAPMI mengusulkan konsep Desa Komoditas kepada Utusan Khusus Presiden Bidang Pertumbuhan Ekonomi Moelyono. Konsep ini menargetkan terciptanya satu juta pengusaha baru melalui optimalisasi potensi desa-desa di Indonesia yang memiliki komoditas andalan.
KAPMI atau Kantor Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia menyampaikan gagasan tersebut dalam pertemuan dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Pertumbuhan Ekonomi Moelyono di Jakarta, Sabtu (7/11/2026). KAPMI menilai setiap desa memiliki potensi komoditas unik yang selama ini belum dimaksimalkan secara optimal.
Mengapa Konsep Desa Komoditas Dianggap Strategis?
KAPMI berpandangan bahwa Indonesia memiliki ribuan desa dengan potensi komoditas berbeda-beda. Selama ini, potensi tersebut belum dikelola secara terstruktur untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan baru. Konsep Desa Komoditas diharapkan dapat mengubah desa-desa menjadi pusat produksi dan bisnis yang terintegrasi.
Bagaimana Target Satu Juta Pengusaha akan Dicapai?
Target satu juta pengusaha baru akan dicapai dengan memberdayakan masyarakat di tingkat desa. Setiap desa akan difokuskan pada pengembangan satu atau dua komoditas andalan yang memiliki potensi pasar. KAPMI optimistis pendekatan ini dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Apa Langkah Selanjutnya dari Usulan Ini?
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dialog antara KAPMI dan pemerintah dalam membahas mekanisme implementasi konsep Desa Komoditas. KAPMI berharap konsep ini dapat menjadi bagian dari program ekonomi pemerintah untuk mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Inisiator | KAPMI (Kantor Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia) |
| Penerima Usulan | Utusan Khusus Presiden Bidang Pertumbuhan Ekonomi Moelyono |
| Target | 1 juta pengusaha baru |
| Lokasi Pertemuan | Jakarta |
| Tanggal | Sabtu, 7 November 2026 |
Konsep yang ditawarkan mencakup beberapa elemen penting. Pertama, identifikasi potensi komoditas setiap desa secara menyeluruh. Kedua, pelatihan keterampilan kewirausahaan bagi masyarakat desa. Ketiga, pembentukan jaringan pemasaran untuk produk desa. Keempat, akses permodalan bagi pelaku usaha baru. Kelima, pendampingan teknis untuk menjaga kualitas produk. KAPMI menekankan bahwa keberhasilan konsep ini bergantung pada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Dengan pendekatan yang terstruktur, Indonesia berpotensi menciptakan gelombang kewirausahaan baru dari pedesaan yang selama ini belum tergarap maksimal.
Sumber: Lingkar TV (lingkartv.com)
Baca Juga
- APRINDO Ingatkan UMKM Optimalkan Teknologi Digital Agar Tidak Terseok-seok di Era Kompetisi
- Festival Salawaku 2026 Gerakkan UMKM Maluku Utara Melek Digital
- Festival Salawaku 2026 Targetkan UMKM Malut Naik Kelas Lewat Digitalisasi
- GenBI Unpatti Latih 30 Pelaku UMKM Ambon Keterampilan Digital dan Keuangan
